Jalan Hijrah
(Immawan Najamuddin)
Barang siapa berhijrah di jalan Allah,
niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan
(rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah
kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke
tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah.
Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (An-Nisa:100)
Jalan hijrah memang sulit dan melelahkan bagi
sebagian kader dakwah dan terkadang kita merasa takut dengan jalan hijrah yang
kita pilih. Takut karena dianggap sudah tidak asik lagi ketika berkumpul dengan
sahabat-sahabat kita yang dulu begitu akrab dengan kita dan tak jarang ketika
kita mencoba untuk menyiarkan kebenaran dan menyampaikan dalil kepada sanak
saudara dan sahabat kita, kita takut di gunjing, dijauhi dan sebagainya, itulah
bisikan setan yang ingin membuat kita untuk kembali menikmati dunia yang hanya
sementara ini, yang terkadang membuat kita lupa bahwa dunia adalah cobaan dan
dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara bagi kita sebelum kita
mencapai keindahan di akhirat nanti.
Rasulullah Saw bersabda “ akan datang kepada
manuasia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada Agamanya seperti orang
yang menggenggam bara api (At-Tarmidzi). Inilah zaman modern yang dimana
pemikiran dan sifat seseorang semakin sulit untuk diarahkan kepada kebaikan dan
kebenaran, jadi jangan heran ketika kita telah berhijrah dan memilih sebagai
aktifis dakwah menyampaikan kebaikan dan kebenaran, penyampaian itu akan
membuat telinga mereka tercengang seakan terbakar dan kitapun akan di perangi
oleh kalangan mereka, dan tidak jarang kita akan dikatakan manusian yang “Sok
Suci”.
Ketika kita meilih jalan hijrah akan begitu banyak
cemoohan, cibiran, dan selalu dipandang berbeda oleh mereka yang belum
merasakan begitu bahagianya berhijrah dan menjadi aktivis dakwah. Haruskah kita
perduli pada cacian dunia dan apakah kita harus mengeluh dengan itu semua
sedangkan kita sudah tahu bahawa Allah akan senantiasa memberikan ketenangan
dalam setiap kegundahan kita. Apakah kita masih merasa lelah dengan semua itu sedangkan
kita memiliki Allah yang selalu menguatkan hati untuk tetap terus menuju jalan-Nya.
Apah kita masih ragu dengan jalan hijrah yang kita pilih padahal Allah sudah
menjanjikan dan menetapkan kebahagiaan di syurga-Nya kelak bagi kita yang tetap
istiqomah di jalan kebenaran. Jangan hanya karena tak sanggup, lalu lepas sudah
iman menenggelamkan diri dalam kesesatan. Tekatkan pada hatimu wahai sahabat
seikatan, bahwa Allah ada disetiap langkah kita bukan untuk menjadikanmu jenuh
bahkan lelah, akan tetapi untuk menguatkanmu akan keimanan sampai akhirnya
nanti Allah mengatakan saatnya untuk kembali.
Semoga kita selalu istiqomah dengan jalan
hijrah yang kita pilih, pergaulan akan sangat berpengaruh dalam proses
hijrahnya kita. Itulah sebabnya kita harus pandai memilih tempat yang tepat
untuk kita meniti jalan hijrah ini, kita harus senantiasa berada di sekeliling
orang-orang yang mau mengerti akan jalan yang kita pilih, yang senantiasa
mengajarkan kita akan kebaikan, yang selalu mendampingi kita dikala iman kita
naik maupun turun, dan yang selalu mengajak kita untuk terus Ber Fastabiqul
Khairat untuk mendapatkan Ridho Allah SWT. Semoga Allah senantiasa meridhoi
jalan hijrah yang kita pilih, Aamiin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar