Rabu, 16 Agustus 2017

Jalan Hijrah



Jalan Hijrah
(Immawan Najamuddin) 


Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (An-Nisa:100)

Jalan hijrah memang sulit dan melelahkan bagi sebagian kader dakwah dan terkadang kita merasa takut dengan jalan hijrah yang kita pilih. Takut karena dianggap sudah tidak asik lagi ketika berkumpul dengan sahabat-sahabat kita yang dulu begitu akrab dengan kita dan tak jarang ketika kita mencoba untuk menyiarkan kebenaran dan menyampaikan dalil kepada sanak saudara dan sahabat kita, kita takut di gunjing, dijauhi dan sebagainya, itulah bisikan setan yang ingin membuat kita untuk kembali menikmati dunia yang hanya sementara ini, yang terkadang membuat kita lupa bahwa dunia adalah cobaan dan dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara bagi kita sebelum kita mencapai keindahan di akhirat nanti.

Rasulullah Saw bersabda “ akan datang kepada manuasia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada Agamanya seperti orang yang menggenggam bara api (At-Tarmidzi). Inilah zaman modern yang dimana pemikiran dan sifat seseorang semakin sulit untuk diarahkan kepada kebaikan dan kebenaran, jadi jangan heran ketika kita telah berhijrah dan memilih sebagai aktifis dakwah menyampaikan kebaikan dan kebenaran, penyampaian itu akan membuat telinga mereka tercengang seakan terbakar dan kitapun akan di perangi oleh kalangan mereka, dan tidak jarang kita akan dikatakan manusian yang “Sok Suci”.
Ketika kita meilih jalan hijrah akan begitu banyak cemoohan, cibiran, dan selalu dipandang berbeda oleh mereka yang belum merasakan begitu bahagianya berhijrah dan menjadi aktivis dakwah. Haruskah kita perduli pada cacian dunia dan apakah kita harus mengeluh dengan itu semua sedangkan kita sudah tahu bahawa Allah akan senantiasa memberikan ketenangan dalam setiap kegundahan kita. Apakah kita masih merasa lelah dengan semua itu sedangkan kita memiliki Allah yang selalu menguatkan hati untuk tetap terus menuju jalan-Nya. Apah kita masih ragu dengan jalan hijrah yang kita pilih padahal Allah sudah menjanjikan dan menetapkan kebahagiaan di syurga-Nya kelak bagi kita yang tetap istiqomah di jalan kebenaran. Jangan hanya karena tak sanggup, lalu lepas sudah iman menenggelamkan diri dalam kesesatan. Tekatkan pada hatimu wahai sahabat seikatan, bahwa Allah ada disetiap langkah kita bukan untuk menjadikanmu jenuh bahkan lelah, akan tetapi untuk menguatkanmu akan keimanan sampai akhirnya nanti Allah mengatakan saatnya untuk kembali.
Semoga kita selalu istiqomah dengan jalan hijrah yang kita pilih, pergaulan akan sangat berpengaruh dalam proses hijrahnya kita. Itulah sebabnya kita harus pandai memilih tempat yang tepat untuk kita meniti jalan hijrah ini, kita harus senantiasa berada di sekeliling orang-orang yang mau mengerti akan jalan yang kita pilih, yang senantiasa mengajarkan kita akan kebaikan, yang selalu mendampingi kita dikala iman kita naik maupun turun, dan yang selalu mengajak kita untuk terus Ber Fastabiqul Khairat untuk mendapatkan Ridho Allah SWT. Semoga Allah senantiasa meridhoi jalan hijrah yang kita pilih, Aamiin.

MARI BERJUANG

"MARI BERJUANG" Jalan hidup telah ditakdirkan Menjadi pejuang sejati Jalan perjuangan telah kita pilih Mari-mari berjuan...