Jumat, 15 Maret 2019

MARI BERJUANG


"MARI BERJUANG"

Jalan hidup telah ditakdirkan
Menjadi pejuang sejati
Jalan perjuangan telah kita pilih
Mari-mari berjuang

Kita adalah kader ikatan
Kita bersama IMM
Jangan ragu ataupun bimbang
Mari-mari berjuang

Bakar semangatmu wahai kawan
Ayo berjuang bersama
Dalam ikatan dakwah kita berjuang
Marilah kawan, mari kita berjuang

Bersama IMM

Selasa, 19 Februari 2019

Sang Merah



Sang Merah
"Najamuddin"


Telah kuukir perjalan hidupku
Mengarungi hidup bersama sang merah
Janji yang pernah aku ucapkan
Menjadi saksi awal perjalanku

Kulewati semua penuh suka dan duka
Walaupun cobaan silih berganti
Aku akan tetap setia
Meniti jalan dakwah bersama sang merah

Aku akan tetap setia
Jiwa dan ragaku bersama sang merah
Fastabiqul khairat
Aku bersama sang merah

Perjuangan Kita


Perjuangan Kita
"Najamuddin"


Telah terukir kisah bersamamu
Kisah dalam satu ikatan
Meniti jalan dakwah bersama
Lalui suka dan duka

Bila esok kita kan berpisah
Jangan pernah lupakan perjuangan kita
Yang pernah kita rajut bersama
Dalam satu ikatan dakwah

Akanku kenang perjuangan kita
Perjuangan bersama sahabat sejati
Akanku genggam persaudaraan ini
Sampai tuhan memanggilku dikampung fastabiqul khairat
Sampai tuhan mempersatukan kita

Rabu, 16 Agustus 2017

Jalan Hijrah



Jalan Hijrah
(Immawan Najamuddin) 


Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (An-Nisa:100)

Jalan hijrah memang sulit dan melelahkan bagi sebagian kader dakwah dan terkadang kita merasa takut dengan jalan hijrah yang kita pilih. Takut karena dianggap sudah tidak asik lagi ketika berkumpul dengan sahabat-sahabat kita yang dulu begitu akrab dengan kita dan tak jarang ketika kita mencoba untuk menyiarkan kebenaran dan menyampaikan dalil kepada sanak saudara dan sahabat kita, kita takut di gunjing, dijauhi dan sebagainya, itulah bisikan setan yang ingin membuat kita untuk kembali menikmati dunia yang hanya sementara ini, yang terkadang membuat kita lupa bahwa dunia adalah cobaan dan dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara bagi kita sebelum kita mencapai keindahan di akhirat nanti.

Rasulullah Saw bersabda “ akan datang kepada manuasia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada Agamanya seperti orang yang menggenggam bara api (At-Tarmidzi). Inilah zaman modern yang dimana pemikiran dan sifat seseorang semakin sulit untuk diarahkan kepada kebaikan dan kebenaran, jadi jangan heran ketika kita telah berhijrah dan memilih sebagai aktifis dakwah menyampaikan kebaikan dan kebenaran, penyampaian itu akan membuat telinga mereka tercengang seakan terbakar dan kitapun akan di perangi oleh kalangan mereka, dan tidak jarang kita akan dikatakan manusian yang “Sok Suci”.
Ketika kita meilih jalan hijrah akan begitu banyak cemoohan, cibiran, dan selalu dipandang berbeda oleh mereka yang belum merasakan begitu bahagianya berhijrah dan menjadi aktivis dakwah. Haruskah kita perduli pada cacian dunia dan apakah kita harus mengeluh dengan itu semua sedangkan kita sudah tahu bahawa Allah akan senantiasa memberikan ketenangan dalam setiap kegundahan kita. Apakah kita masih merasa lelah dengan semua itu sedangkan kita memiliki Allah yang selalu menguatkan hati untuk tetap terus menuju jalan-Nya. Apah kita masih ragu dengan jalan hijrah yang kita pilih padahal Allah sudah menjanjikan dan menetapkan kebahagiaan di syurga-Nya kelak bagi kita yang tetap istiqomah di jalan kebenaran. Jangan hanya karena tak sanggup, lalu lepas sudah iman menenggelamkan diri dalam kesesatan. Tekatkan pada hatimu wahai sahabat seikatan, bahwa Allah ada disetiap langkah kita bukan untuk menjadikanmu jenuh bahkan lelah, akan tetapi untuk menguatkanmu akan keimanan sampai akhirnya nanti Allah mengatakan saatnya untuk kembali.
Semoga kita selalu istiqomah dengan jalan hijrah yang kita pilih, pergaulan akan sangat berpengaruh dalam proses hijrahnya kita. Itulah sebabnya kita harus pandai memilih tempat yang tepat untuk kita meniti jalan hijrah ini, kita harus senantiasa berada di sekeliling orang-orang yang mau mengerti akan jalan yang kita pilih, yang senantiasa mengajarkan kita akan kebaikan, yang selalu mendampingi kita dikala iman kita naik maupun turun, dan yang selalu mengajak kita untuk terus Ber Fastabiqul Khairat untuk mendapatkan Ridho Allah SWT. Semoga Allah senantiasa meridhoi jalan hijrah yang kita pilih, Aamiin.

Minggu, 23 Juli 2017

MILITANSI DAN INTEGRITAS KADER




IMM merupakan Organisasi Islam yang arah gerakannya ialah kehidupan mahasiswa dan masyarakat. Ikatan ini hadir tidak lain memenuhi firman Allah pada surah Ali-Imran ayat: 104 yang artinya “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan ummat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung”. Sejarah gerakan ikatan ini telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh jejak orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh jejak orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan kesungguh-sungguhan dan kekuatan tekad. Keberadaan Ikatan mahasiswa muhammadiyah ditentukan dari seberapa besar kecintaan kita sebagai kader terhadap ikatan ini. Kita yang yang telah mengikrarkan diri sebagai kader merupakan tonggak penggerak dan penentu maju mundurnya Ikatan yang dimana dalam diri kita tertanam akan tanggung jawab besar untuk membesarkan ikatan ini, namun apabila ikatan tidak didukung oleh kader yang militan maka sudah dapat ditebak hasilnya akan jalan ditempat bahkan jalan mundur dari  keberadaan jejak-jejak ikatan sebelumnya.
Sebagai kader, kita harus mampu memaknai akan nilai militansi gerakan sebagai semangat juang yang tak pernah pudar dan jiwa yang selalu menggelorakan semangat. Dalam menggerakkan IMM tidaklah dibentuk sekali jadi, Militansi dalam ikatan pergerakan ini sesungguhnya dibentuk melalui proses penenaman nilai yang mendalam, yang diikuti dengan pemasyarakatan nilai secara sosial, dan kemudian mengalami pelembagaan nilai dalam kehidupan bersama atau sistem. Perlu kita maknai  bahwasanya keberhasilan IMM tergantung pada kegigihan dan kerja keras kita yang menjadi pelaku dalam gerakan Islam ini. Bahwa berjuang secara kolektif Kolegial dari hal-hal ringan hingga berat, ketika terbatas akan  fasilitas lebih-lebih manakala didukung fasilitas yang cukup, sewaktu ada masalah dan tantangan apalagi dalam keadaan normal, lebih khusus lagi manakala ikatan yang kita cintai ini tengah dilanda krisis dan memerlukan kiprah para kader yang Militan. Jangan sampai mau berkiprah manakala senang ada fasilitas, tetapi lari ketika ikatan terpuruk akan masalah. “Jangan pergi agar di cari, jangan sengaja lari agar di kejar, karena berjuang tak sebercanda itu” Sujiwo Tejo. Berjuang di jalan Allah itu tidak mudah dan harus terus dilakukan ketika dalam kondisi berat maupun ringan. Seperti yang terkandung pada surah At-Taubah:41 “Berangkatlah kalian, baik dalam keadaan merasa ringan ataupun bmerasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan diri kalian di jalan Allah. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui”.
Nilai militansi yang telah tertanam kokoh bagaikan Doa tanpa Usah ketika kita tidak mampu  memadukannya dengan Nilai Integritas. Diamana Integritas ini merupakan kesesuaian antara kata dan perbuatan. Tidak ada artinya perjuangan dalam suatu perencanaan yang bagus dan sempurna, jika tidak dilanjutkan dengan suatu upaya mewujudkannya dengan suatu proses yang baik dan benar. Militansi dan integritas sangat penting dimiliki dan harus menjadi modal awal gerakan kita sebagai kader IMM dan yang harus terus ditanamkan dari jejak generasi satu ke jejak generasi berikutnya. Militansi dan integritas haruslah menjadi modal awal bagi seorang kader dimana militansi dan integritas ini mampu membentuk jiwa gerakan yang positif tinggi sehingga kita yang mengaku berikatan terpanggil untuk berjuang sepenuh pengabdian dalam membesarkan dan menggerakkan Ikatan. IMM sebagai ikatan untuk mencetak kader  militan sebagai pemimpin generasi bangsa yang berakhlak mulia dengan berbekal memenuhi kriteria akseptabilitas, kapabilitas, dan integritas. Dengan itu mampu kita simpulkan bahwasanya militansi dan integritas yang tinggi maka laju gerakan IMM dapat secepat kilat dan bertenaga tinggi, sehingga gerakan Islam ini mampu mencapai tujuannya.
Salah satu kunci filosofi hidup yang harus ditanamkan dalam jiwa kita sebagai kader IMM yang sangat bermakna adalah mengamalkan militansi dan integritas. Betapa indahnya kalau kita mampu memadukan keduanya dalam satu ikatan. Karena gerakan yang unggul hanya akan lahir dari kualitas pelaku dan jama’ah yang unggul. Diantara unsur penting dari keunggulan kita sebagai kader dalam sebuah ikatan yang unggul ialah  militansi dan integritas yang tinggi yang menyatu dalam diri kader sebagai pelaku gerakan. Niat suci yang telah diikrarkan ini merukan niat yang sangat mulia. Sekarang, bagaimana kita sebagai kader ikatan menjaga militansi dan integritas dalam berikatan dengan selalu menjaga apa yang kita yakini dan mencoba menerjemahkan ulang dalam bentuk tindakan nyata dalam ikatan ini. Jangan pernah lagi ragu dengan identitas kita sebagai kader militan dan berintegritas kala ditanyakan siapa kita, apa yang kita yakini, dan apa yang kita perjuangkan. IMM menyadari kita bahwa manusia diberikan peluang untuk berusaha memperbaiki kondisinya dan nasibnya namun disisi lain manusia juga punya keterbatasan dimana akhir dari segala usaha yang dilakukan ditentukan oleh Allah SWT. Yakinkanla IMM adalah rumah terbaik untuk kita berproses menjadi hamba yang lebih baik dan yakinlah bahwasanya IMM adalah jalan yang di pilih oleh Allah untuk kita berjuang di jalan-Nya Allah.
      #FKIP_Satu
      #FKIP_Berdiaspora
      #FKIP_Bersinergi

MARI BERJUANG

"MARI BERJUANG" Jalan hidup telah ditakdirkan Menjadi pejuang sejati Jalan perjuangan telah kita pilih Mari-mari berjuan...